Perlindungan Anak Di Era Digital Sebagai Wujud Kasih Sayang (Artikel ditulis oleh Mariliana Berlian Bulo – Pemenang III Lomba Penulisan Artikel Gerakan Sahabat Anak 2021)

Perkembangan dunia memang sudah bergerak secara pesat, sehingga berbagai kemajuan sudah tidak dapat dipungkiri lagi keberadaannya. Pada era modern yang semakin canggih, kehidupan sehari-hari kerap tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan akan teknologi digital. Teknologi digital sangat membantu dan mempengaruhi kehidupan secara positif. Penggunaan teknologi digital dapat memudahkan proses dalam mencari berbagai informasi dan juga berkomunikasi dimanapun dan kapanpun kita berada. Namun, demikian di sisi lain, penggunaan teknologi digital, terlebih lagi yang digunakan secara berlebihan dapat memberikan efek negatif terhadap kehidupan.

 

Pada situasi sekarang, saat pandemi COVID-19, anjuran untuk berkegiatan baik itu bekerja, belajar, maupun lainnya, semua lebih baik dilakukan dari rumah, aktivitas tersebut telah mendorong penggunaan teknologi digital secara lebih masif. Peran dari teknologi dapat semakin dirasakan bagi berbagai kalangan, tanpa terkecuali anak-anak. Situasi dan kondisi yang ada hingga saat ini, telah menuntut mereka untuk menggunakan teknologi digital secara masif sejak dini. Penggunaan teknologi digital memberikan perubahan di dalam kehidupan anak, yaitu mendorong anak untuk menjadi lebih aktif dalam beraktivitas secara online, baik untuk kepentingan pendidikan maupun kepentingan lainnya. Perubahan ini dapat mengurangi keceriaan dan kegembiraan anak-anak yang seharusnya mereka dapatkan dari berbagai interaksi berkualitas dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya. Sehingga, penggunaan teknologi digital secara masif dapat menjadi garis yang mendorong renggangnya hubungan antara anak dengan keluarga, sanak saudara, maupun teman-temannya.

 

Selain dapat mendorong renggangnya hubungan anak, potensi yang ditimbulkan dari dampak penggunaan teknologi digital secara masif yaitu dapat berdampak bagi kesehatan dan kebahagiaan anak-anak, hal tersebut juga cukup menjadi perhatian publik yang semakin meningkat. Penggunaan teknologi digital secara masif juga dapat memberi dampak negatif terhadap kesehatan psikis dan mental anak. Sehingga, anak perlu memperoleh perlindungan dari dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh dunia digital, yaitu melalui pengawasan dari orang-orang dewasa, seperti orang tua, pengasuh, dan orang dewasa lainnya di lingkungan sekitar anak. Perlindungan pada anak ini bertujuan untuk melindungi anak dan hak-haknya agar mereka tetap dapat menggunakan teknologi digital secara optimal dan ketika anak hendak beraktivitas secara online, bisa mendorong anak untuk menggunakan teknologi digital secara bijak sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki oleh anak.

 

Berbagai perlindungan yang diberikan oleh orang tua, pengasuh, dan orang dewasa lainnya di lingkungan sekitar anak, juga dapat dilakukan dengan memberi pengawasan lebih terhadap jenis lingkungan yang relatif dekat dengan kehidupan anak dan akses digital yang digunakan anak dalam beraktivitas secara online.

 

Meski terdapat dampak-dampak negatif yang dapat berpengaruh kepada kehidupan anak, namun penggunaan teknologi digital secara masif, masih belum dapat dipisahkan dari kehidupan anak, terlebih lagi pada masa pandemi COVID-19 seperti ini, Kebutuhan digital

 

 

pastinya sangat lekat dalam perkembangan anak. Oleh sebab itu, peran dari orang tua, penjaga, maupun orang dewasa lainnya perlu dimaksimalkan secara praktis, diantaranya:

 

  1. Memberikan rasa aman pada anak. Sebagai orang tua, sangat penting untuk dekat dengan anak, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah mempunyai hubungan yang lebih akrab dengan anak seperti melakukan kegiatan secara online bersama, sehingga anak pastinya juga mempunyai pengalaman yang sama bersama orang tua, dengan begitu, anak akan merasa bahwa orang tua pun melakukan hal yang sama dengannya.

 

  1. Mengembangkan daya analisa sang anak. Orang tua dapat membantu untuk mengembangkan daya analisa anak dengan tujuan mendorong kemampuan anak dalam memilah informasi yang layak untuk mereka baca dan dapat mereka bagikan kepada publik.

 

  1. Membantu mengatur waktu anak dalam menggunakan teknologi digital sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki. Orang tua, pengasuh ataupun orang dewasa lainnya di kehidupan anak dapat membantu mengatur waktu anak dalam menggunakan teknologi digital guna mendorong anak untuk menjadi lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital. Dengan adanya keterlibatan para orang dewasa yang ada di lingkungan anak secara intens, hal ini dapat memberikan pemahaman dan bimbingan yang bijak terhadap anak dalam menggunakan teknologi digital.

 

  1. Mengatur akses digital yang hendak anak gunakan. Peran orang tua, pengasuh, maupun orang dewasa lainnya yang ada di sekitar kehidupan anak juga dapat membantu untuk membaca kebijakan privasi yang tertera pada akses digital yang hendak anak gunakan. Para orang dewasa tersebut dapat mengumpulkan dan memilah informasi mana yang layak dilihat oleh publik dan informasi mana yang harus diatur secara privasi.

 

Selain dari pada itu semua, peran orang tua, pengasuh, maupun orang dewasa lainnya di dalam kehidupan anak dapat juga diwujudkan dengan membangun komunikasi dua arah dengan anak secara lebih intens, guna mengajak anak berbicara dan mendorong anak untuk tidak merasa kesepian akibat minimnya interaksi secara langsung sebagai dampak dari penggunaan teknologi digital yang masif.

 

Perlindungan anak di era digital sangatlah berperan penting bagi perkembangan kehidupan anak. Melalui peran-peran yang maksimal dari orang tua, pengasuh, maupun orang dewasa lainnya di kehidupan anak, kita, sebagai orang dewasa, disadarkan bahwa perlindungan anak di era digital seperti saat ini merupakan wujud dari kasih sayang terhadap generasi selanjutnya.

Categories: BERITA

Leave a Reply

Your email address will not be published.