EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Nonton Laskar Pelangi Bersama Adik-adik di Grogol



nonton bersama
nonton bersama

Jam 11 siang, adik-adik sudah berkumpul di bawah kolong jembatan Grogol.
“Katanya kita mau nonton ya kak?”, asep bertanya seolah tak percaya. Pertanyaan serupa mengenai acara hari itu juga disampaikan oleh teman-temanya yang lain.

”Kak, nonton film apa sih? Dimana?”,

”Emangnya kite boleh masuk bioskop?”,

Begitu banyak pertanyaan terlontar, yang tidak juga menjadi sepi ketika makanan ringan dan susu dari donatur dibagikkan.
”Aku pake sepatu sekolah gini gapapa kan ya kak? Tuh, si fitri pake sendal!”
“Psssttt, pssttt, udah makan minum dulu disini di dalem nanti ga boleh makan!”, kakak-kakak voluntir brusaha mengalahkan antusiasme suara adik-adik.
“yah, kakak, nanti kalau laper disana gimana...”
”ih mending, kalau mau pipis gimana?”

Kakak-kakak menjawab pertanyaan mereka dengan sabar sambil tersenyum geli. Dan tak lama setelahnya, adik-adik yang didampingi dengan para voluntir mulai berjalan menuju bioksop di Mal Ciputra, yang terletak tepat disebrang tempat mereka biasa belajar.

Sesampainya di depan bioskop, adik-adik mengantri dengan rapih untuk masuk ke dalam bioskop, walaupun memang ada sebagian kecil yang begitu bersemangat masuk dan langsung lari agar bisa duduk di kursi paling depan.
”iya saya udah pernah diceritain kak, kalau di bioskop duduknya di sofa merah-merah kayak begini, terus layarnye geedeeeee banget!akhirnye masuk juga...”

Menit-menit sebelum film dimulai, adik-adik mulai gelisah.
”Kak, beneran nonton ga sih? Kok kagak mulai-mulai dah pelemnye?”
Dan saat lampu bioskop mulai meredup, pekikan panik kecil terdengar di beberapa sudut. Pekikan ini kemudian berganti menjadi decakan kagum, saat sistem audio dan layar lebar menampilkan iklan pendahulu film. Seperti terhipnotis, beberapa adik bahkan berdiri ditempat, sehingga menyebabkan para voluntir, sedikit kerepotan meminta mereka untuk duduk kembali di tempat. Namun kericuhan kecil itu, dapat diatasi dengan cepat. Saat film berlangsung, semua adik-adik sudah duduk dengan tenang.

Film dibuka dengan adegan siswa siswi beserta dengan orang tua mereka bersiap untuk masuk sekolah di hari pertama. Selang beberapa saat, mereka semua berkumpul di sebuah sekolah yang sudah reyot dan menunggu 1 orang murid lagi, agar tahun ajaran baru dapat dibuka. Detik-detik penantian ini, ikut membuat adik-adik tegang, dan begitu ternyata murid ke 10 datang, tak sedikit yang berdiri karena kegirangan!

Film terus berlanjut, dan popcorn dibagikan.
”Apaan nih kak?”
”Kata kakak itu, ini jagung...”
”Enak ya, asin-asin gitu!”
Beberapa adik begitu bersemangat makan, hingga popcorn-nya habis sebelum film selesai. Dengan polos mereka bertanya,”kak, ada lagi ngga? Hehehehe..”

Alur cerita ”Laskar Pelangi”, begitu bervariasi, mulai dari lucu, sedikit seram, hingga sedih. Adik-adik begitu serius menonton dan terhanyut dalamnya. Mereka tertawa saat ikal jatuh cinta. Memandang cemas, saat anak-anak SD negeri Muhammadiyah mencari dukun di sebuah pulau angker. Waktu ayah dari Lintang meninggal dunia, mata mereka pun berkaca-kaca.

Di akhir cerita, beberapa adik masih tetap di tempat duduk seolah terpana dengan kisah bu mus, ikal, lintang, flo dan teman-temanya. Namun sebagian besar begitu senang dan bersemangat, sibuk menceritakkan kembali adegan-adengan yang paling berkesan bagi mereka.   

Saat kembali ke kolong, mereka pun menulis mengenai film yang telah mereka tonton. Banyak yang ingin luar biasa cerdas seperti lintang, ada juga yang mau rajin belajar agar bisa ke luar negeri seperti ikal. Satu hal yang jelas, kesempatan menonton film ”Laskar Pelangi”, memacu semangat mereka semua untuk belajar di sekolah.
Terimakasih banyak untuk semua pihak yang mendukung acara ini!