EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Nonton Film DENIAS Bersama Anak Anak Gambir



Sebelum Nonton
Suasana Nonton

Pada tanggal 1 Februari’09, SA Gambir mengadakan acara nonton bareng film “Denias”. Acara ini dilangsungkan di Kantor SA Pusat yang beralamat di JL.Tambak II no. 23, Jakarta Pusat.

Kakak-kakak sukarelawan telah bersiap mengumpulkan adik-adik sejak pk.11.00. Para sukarelawan dibagi menjadi dua kelompok. Kak Uli, Kak Yanto, Kak Debby mengumpulkan adik-adik di Gambir. Sedangkan Kak Merry, Kak Mozez, Kak Yusi dan Kak Dina mempersiapkan makan siang untuk adik-adik di rumah Kak Merry. Acara nonton ini juga dibarengi pemberian makanan sehat bagi adik-adik. Menu makan sehat kali ini adalah nasi uduk, ayam goreng, telur dan tempe (yummiii :p)

Kak Uli dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan sekitar 19 adik Gambir untuk diajak menonton, Adapun target anak-anak yang ingin  diajak adalah yang berumur sekitar 7-15 tahun. Kak Uli dan kawan-kawan memerintahkan adik-adik untuk mandi terlebih dahulu.

Setelah mandi, adik-adik mendapat kesulitan untuk minta baju bersih kepada orangtua mereka. Mengingat kebanyakan adik-adik Gambir berprofesi sebagai peminta-minta maka orangtua mereka tampaknya memang sengaja membiarkan anak mereka berpenampilan kotor dan dekil. Sehingga saat anak mereka meminta pakaian bersih, ada beberapa orangtua yang keberatan.

Tapi untungnya Kak Uli sudah mempersiapkan beberapa baju bekas yang layak pakai untuk dikenakan adik-adik yang membutuhkan. Salut buat Kak Uli yang telah siap sedia.

Selain butuh baju bersih, ternyata adik-adik juga tidak punya alas kaki. Setiap Gambir akan mengadakan acara, selalu saja ada anak yang tidak memiliki alas kaki. Alhasil, kakak-kakak harus selalu membelikan sandal jepit untuk mereka. Tapi jika di kesempatan lain ada acara lagi, pasti sandal mereka telah hilang entah kemana sehingga kakak-kakak harus membelikan lagi untuk kesekian kalinya sandal buat mereka.

Berkat program Sepatu Untuk Sahabat, adik-adik Gambir tampaknya tidak perlu bersusah payah mendapat alas kaki…mmmhhh tapi sepatu-sepatu mereka masih adakah???… mungkin ini harus dicek kembali di lapangan.

Di tempat lain, Kak Merry, Kak Yusi dan K Dina bekerja keras mempersiapkan makanan untuk sekitar 30 orang adik. Semua makanan dimasak sendiri oleh para kakak (memang mereka calon ibu rumah tangga yg baik. Uuppsss Kak Merry bukan calon lagi memang sudah jadi ibu rumah tangga yak…hehehehe). Sedangkan Kak Mozes tampak menguras pikiran untuk mempersiapkan acara tanya jawab yang akan diadakan seusai acara nonton. Sekitar pk 12.30 makanan sudah siap dikemas dan Kak Merry cs bergegas berangkat ke Gambir untuk membagi-bagikan makanan tersebut

Di Gambir adik-adik sudah manis menunggu dan langsung berbaris untuk menerima makanan. Kak Henyk dan Kak Aiwa juga dengan sukarela menyumbangkan makanan kecil berupa roti dan wafer untuk bekal adik-adik dalam perjalanan. Terima kasih Kak Henyk dan Kak Aiwa ^_^

Kami menuju ke Tambak dengan menumpang Metro Mini. Perjalanan cukup lancar tanpa ada kendala yang berarti. Adik-adik juga cukup bisa diatur sepanjang perjalanan sehingga tidak menyulitkan kakak-kakak untuk mengkoordinasi mereka.

Di Tambak, Kak Walter sudah menanti kami dan sudah menyiapkan peralatan-peralatan yang kami butuhkan untuk acara nonton film ini. Thanx a lot to Kak Walter juga yang dengan rela meluangkan hari Minggunya untuk menemani adik-adik Gambir menonton film “Denias”

Berbagai ekspresi ditunjukkan oleh adik-adik sepanjang acara nonton bersama. Dari serius, tertawa, terharu, bahkan ada yang mengantuk. Mungkin disebabkan oleh udara AC yang adem.

Mereka tampaknya kaget juga melihat sekolah Denias yang hanya terbuat dari kayu dan bambu. Ditambah lagi Denias dan kawan-kawannya yang tidak memiliki seragam sekolah. Kiranya itu bisa menjadi bahan perbandingan buat adik-adik Gambir yang bersekolah di Jakarta bahwa mereka jauh lebih beruntung memiliki sekolah yang jauh lebih bagus dan masih mampu mendapat seragam sekolah

Setelah acara menonton, kini giliran Kak Mozes yang beraksi. Kak Mozes mengajukan beberapa pertanyaan untuk menguji apakah adik-adik benar-benar serius menonton film Denias tersebut. Adik-adik ternyata dengan antusias berusaha saling berebut untuk menjawab. Sayang kakak-kakak hanya mempersiapkan tiga hadiah untuk tiga orang yang bisa menjawab dengan benar. Tiga orang yang berhasil memenangkan hadiah adalah Sandy, Juju dan Pandu. Tapi diantara adik-adik, Pandu salah satu anak PKA ternyata diluar dugaan kita hafal nama-nama Kepulauan di Indonesia. Ayo Pandu, semoga lebih rajin lagi untuk datang PKA yah.

Usai acara tanya-jawab, kami foto bareng dulu tentunya. Kalau soal foto-foto, baik kakak maupun adik tidak kalah seru beraksi di depan kamera. Setelah itu, kami bersiap-siap pulang.

Kakak-kakak juga tidak mendapat kesulitan berarti mengatur adik-adik menuju perjalanan pulang. Pesan yang akan disampaikan melalui acara menonton ini juga tampaknya dapat ditangkap adik-adik. Bahwa mereka harus tetap bersemangat sekolah. Dan bagi mereka yang putus sekolah, semoga mereka punya keinginan lagi untuk tetap melanjutkan sekolah. Kami pun pulang dengan hati yang gembira dan semangat yang baru.