EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Natal Sahabat Anak 2009 di Panti Dwituna RAWINALA

Karya Tuhan Justru Nyata dalam Diri Mereka- Sabtu tepatnya tanggal 5 Desember 2009, saya dan teman-teman voluntir Sahabat Anak merayakan Natal bersama Adik-adik dan Pengajar di Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala daerah Condet Kramatjati - sebuah lembaga yang mengembangkan pelayanan pendidikan dan pengasuhan anak cacat ganda (setiap anak menyandang jenis kecacatan lebih dari satu). Kami berkumpul di UGD UKI dan berangkat bersama-sama menuju Rawinala pukul 15:30, tiba di lokasi pukul 16:00.

Acara yang penuh dengan keharuan dan kebahagiaan berkumpul jadi satu di sana. Secara pribadi ini pertama kalinya saya mengikuti natal bersama dengan sahabat-sahabat Rawinala. Rasa kagum, takjub, terpesona melihat keahlian dari beberapa adik di sana. Keterbatasan fisik tidak menghambat mereka untuk berhenti berkarya. Lewat tangan kasih Tuhan dan anugerah dari Bapalah yang membuat semua itu terjadi. Tuhan memberikan mereka kelebihan dari setiap keterbatasan dan kekurangan.

Penuh kesederhanaan dalam perayaan Natal kali ini, namun inilah yang Berarti. Berbagi dengan sesama yang memiliki keterbatasan. Saya pribadi diberikan fisik yang sempurna oleh Tuhan, tetapi seringkali tidak merasa bersyukur, merasa ada banyak sekali kekurangan yang saya lihat dalam diri saya. Ketika datang dan melihat mereka secara langsung, hati saya trenyuh. Mereka yang tidak sempurna di mata banyak orang begitu mensyukuri apa yang Tuhan beri dalam hidup mereka. Tuhan menciptakan manusia serupa Gambar dan Rupa Allah. Kita adalah Citra Allah yang hidup, seharusnya kita mensyukuri setiap berkat dan karunia yang Tuhan berikan dalam hidup kita.

Sesuai dengan firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt. Agustinus Titi sore itu, Yesus tidak lahir di tempat yang mewah, Dia lahir di tempat yang teramat sederhana. Memaknai arti Natal sesungguhnya, kita harus melihat bahwa bukan perayaan dan pesta yang kita butuhkan dalam mengucapkan syukur atas lahirnya Sang Juruslamat melainkan kita mampu memaknai setiap momen yang tercipta, dengan memberikan sedikit kasih sayang, berkat kepada mereka yang sepatutnya mendapatkan tempat yang paling layak.

Tuhan kita luar biasa kaya, tetapi lahir sebagai manusia biasa tanpa embel-embel kemewahan. Natal ini harusnya kita jadikan intropeksi diri bahwa kita lahir ke dunia ini tanpa embel-embel materi, gelar, kekuasaan dan semua kemewahan dunia. Tuhan mau kita menjadi berkat dan terang bagi dunia. Dia mau kita menjadi saksi hidupNya, yang dapat memberitakan dan membagikan kasih bagi dunia. Tuhan menciptakan kita semua sama, Tuhan menginginkan kita saling melengkapi tanpa membedakan. Mereka (sahabat-sahabat di Rawinala) adalah salah satu wujud nyata kasih Tuhan. Terbersit sepenggal lirik dari D’masive, “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugrah”.  Lirik yang mengingatkan kita untuk mensyukuri apa yang ada dan tidak pernah menyerah dalam menjalankan hidup karena hidup adalah suatu anugrah.

Selamat Hari Natal dan Menyongsong Tahun yang baru 2010.
Love -  Puput (Voluntir SA Prumpung)