EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Pernyataan Sahabat Anak

“Prioritas adalah Mencari Penyelesaian Jangka Panjang"

Jakarta, 21 Januari 2010 - Menanggapi rencana pemeriksaan kesehatan dan dubur terhadap anak-anak jalanan, Sahabat Anak meyakini bahwa yang diperlukan sebenrarnya adalah penyelesaian yang berorientasi jangka panjang dan menyeluruh, memastikan hak anak-anak jalanan terpenuhi.

“Sejak awal berdirinya Sahabat Anak, kami yakin bahwa solusi jangka panjang yang dibutuhkan adalah program pendampingan anak yang berkelanjutan. Pendekatan ini memungkinkan anak-anak jalanan menyadari hak-haknya dan mendorong pemenuhan hak-hak tersebut. Semangat inilah yang menjadi dasar Gerakan Sahabat Anak yang bertekad memperjuangkan 10 hak anak Indonesia sesuai Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989 ,” kata Beny Lumy, juru bicara Sahabat Anak.

Permasalahan yang dialami oleh anak jalanan akhir-akhir ini membuat banyak orang tersentak, termasuk pemerintah yang memberikan reaksi yang berlebihan.

Apakah benar ini merupakan kasus baru dan kita yang tidak tahu bahwa selama ini anak jalanan mengalami penderitaan yang bertubi-tubi?

Jangan-jangan selama ini kita tidak peduli dan melupakan anak jalanan yang setiap hari hadir ditengah-tengah kita. Berikut ini adalah hanya beberapa daftar penderitaan yang dialami oleh anak jalanan, sbb:

  1. Kehilangan keluarga yang seharusnya melindungi mereka.
  2. Dieksploitasi secara ekonomi oleh orang dewasa, bahkan keluarganya.
  3. Mendapat cacian dan kata-kata kasar dari orang yang merasa terganggu.
  4. Tidak terpenuhinya hak pendidikan.
  5. Makan tidak jelas.
  6. Tidak punya sahabat yang mendampingi.
  7. Menghirup udara kotor setiap hari.
  8. Dicurigai sebagai kriminal oleh masyarakat.
  9. Dijadikan alat untuk melakukan kejahatan.
  10. Dijadikan alat pemuas kebutuhan seks mulai dari pengasong sampai orang asing.
  11. Setelah “dipakai” lalu dibunuh.
  12. Tidur tanpa kamar dan kasih sayang orang tua.
  13. Dihukum tanpa pembelaan.
  14. Dianggap sampah kota yang harus dibersihkan.
  15. Dirazia kapan saja dengan cara kasar.
  16. Diperiksa “dubur”nya.

Menyelesaikan permasalahan anak jalanan dan masalah yang dialami oleh anak jalanan bukanlah sesuatu yang sederhana, banyak sekali faktor yang mempengaruhi. Tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Tidak cukup dengan kata-kata tetapi tindakan nyata. Tidak cukup dengan memberikan perhatian yang reaktif tetapi perhatian yang konsisten dan terus menerus.

Satu hal sederhana yang bisa dilakukan oleh semua orang untuk bisa membantu anak jalanan, yaitu MAU MENJADI SAHABAT BAGI ANAK JALANAN.

Sahabat memiliki arti kesetaraan, saling membantu, saling menghormati, saling menghargai, saling mendengar, saling membangun.

Dengan menjadi sahabat anak jalanan, kita bisa merasakan dan mengerti apa yang mereka alami, sehingga kita bisa menemukan formula yang tepat untuk membantu anak jalanan menemukan solusi untuk dirinya.

Mari bersama-sama kita menjadi Sahabat bagi Anak Jalanan!

Sahabat Anak mengajak semua pihak: kaum muda, professional kota, keluarga, lembaga, perusahaan, komunitas, media dan pemerintah memenuhi hak-hak anak, menyediakan akses pendidikan, memberikan advokasi, dan asupan nutrisi.

Beny menambahkan, “Sahabat Anak mendorong partispasi semua pihak untuk terwujudnya pemenuhan hak-hak anak Indonesia secara berkesinambungan dan berorientasi jangka panjang.