EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Jambore Sahabat Anak

Kegiatan SAHABAT ANAK berawal dari Jambore Anak Jalanan (JAJ) yang pertama kali diselenggarakan tahun 1997. Saat itu Yayasan KDM (www.kdm.or.id), sebuah yayasan yang melayani anak-anak jalanan sejak tahun 1972 menggerakkan sejumlah voluntir yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan profesional bergabung dalam kepanitiaan. Tujuan acaranya sangatlah sederhana, yakni merayakan Hari Anak Nasional 23 Juli dan mempertemukan anak jalanan dengan orang-orang yang peduli dengan mereka.

Program JAJ ternyata cukup efektif dalam menjangkau anak jalanan dan sebagai sarana untuk mempertemukan anak-anak tersebut dengan masyrakat yang peduli. Dengan melihat adanya satu kebutuhan esensial pada kaum urban, khususnya anak-anak jalanan Jakarta – yakni pendidikan, sebagai pendongkrak status, ekonomi, dan karakter menuju fase yang lebih baik, JAJ, yang akhirnya berubah menjadi Jambore Sahabat Anak (JSA), dijadikan acara tahunan yang selalu diikuti oleh program-program tindak lanjut setelahnya.

Selama Jambore, para pendamping yang terlibat mulai menjalin persahabatan dengan adik-adik; melalui pendekatan ini Sahabat Anak bisa semakin mengerti apa yang menjadi kebutuhan dari anak jalanan. Dengan menjalin persahabatan kita menunjukkan kepada anak-anak ini bahwa mereka manusia yang berharga dan bisa menggapai mimpi mereka. Para pendamping juga bisa mengajarkan hal-hal seperti kebersihan tubuh (mencuci tangan, mandi dan menggosok gigi), sopan santun dan etika, serta menjadi contoh yang baik untuk si adik. Jambore Sahabat Anak memberikan kesempatan bagi anak-anak ini untuk “libur” dari aktivitas dan masalah yang mereka hadapi di jalanan. Selama 2 hari dan 1 malam mereka diperlakukan selayaknya anak biasa. Mereka bisa bermain, bernyanyi dan menikmati hal-hal kecil seperti memanjat pohon atau pergi ke kebun binatang.

Baru-baru ini ada seorang anak yang bertanya dengan polos ke salah satu pengurus Sahabat Anak, Alles Saragi mengapa Jambore tidak diadakan selama seminggu saja. Saat ditanya kenapa dia berkata “Karena capek nyari (di jalanan) kak”. Ini menunjukkan betapa JSA menjadi waktu “istirahat” bagi anak-anak jalanan dan marjinal.

Dengan adanya kegiatan ini, kami mengharapkan para Pendamping dapat menjalin hubungan persahabatan dengan anak-anak marjinal, tidak hanya selama JSA. Namun bisa berlanjut pasca acara, tanpa membedakan status sosial, ekonomi, pendidikan, ras, warna kulit, maupun agama.

Tujuan utama:

  1. Wacana peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli, khususnya bagi anak jalanan area Jakarta dan sekitarnya.
  2. Memenuhi hak atas kebebasan anak untuk berpartisipasi menyatakan pendapat, sesuai dengan Konvensi Hak Anak PBB pasal 13, yang dituangkan dalam Undang-undang RI nomor 23 tentang Perlindungan Anak, pasal 10.
  3. Mengkampanyekan Gerakan Sahabat Anak – gerakan yang melibatkan berbagai pihak (individu, kelompok, keluarga, perusahaan, media) untuk menjadi SAHABAT bagi anak-anak, khususnya anak jalanan.


Jambore Sahabat Anak 2012