EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Hari Sahabat Anak 2012: Suarakan Impianmu!

“SUARAKAN IMPIANMU!”

Partisipasi Anak

Anak dalam UU No. 23 tahun 2002 Pasal 1 adalah warga negara Indonesia yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak merupakan amanah dan karunia dari Tuhan yang harus dilindungi, titipan berharga bagi orang tua, bangsa dan negara, serta potensi kekayaan dan kesejahteraan bangsa kini dan di hari nanti.


Keberhargaan anak seperti yang termaktub di atas, sayangnya tidak terejawantahkan dengan baik dalam realita di lapangan. Masih banyak anak-anak di balik dinding rumah yang mengalami kekerasan, penganiayaan, dipekerjakan paksa, bahkan dipenjarakan seruangan dengan kriminal dewasa. Hak-hak dasar anak mulai dari makanan, perlindungan, pendidikan, dan kesehatan masih ada yang terabaikan, termasuk Hak Partisipasi Anak.

Budaya Timur seringkali menempatkan posisi anak di urutan terbawah dalam pengambilan keputusan. Suara anak tidak dianggap, apalagi dihargai. Anak berbeda pendapat dengan orang tua dianggap kurang ajar. Murid banyak bertanya atau kritis kepada guru dianggap tidak sopan. “Diam saja!” atau “Anak kecil tahu apa!” seringkali menjadi pamungkas dalam membungkam hak anak untuk bersuara.

Suarakan Impianmu

Sehubungan dengan itu, Sahabat Anak dalam kampanye tahunannya di tahun 2012, mengangkat Hak Partisipasi Anak – salah satu hak dari 10 Hak Anak hasil Konvensi PBB tahun 1989. Momen Hari Sahabat Anak (HSA) yang diperingati setiap 17 Februari, menjadi pancang yang tepat untuk memulai kampanye tersebut.

Bertemakan “Suarakan Impianmu!” HSA 2012 akan melakukan Road Show ke sejumlah area binaan anak marjinal – baik yang dikelola oleh Sahabat Anak maupun mitra/lembaga sejenis, dengan target 1.000 (seribu) anak di 25 area.

Metode Roadshow

1. Sesi 1: Kisahku (Story Telling)

  • Penyampaian cerita inspiratif pengalaman menarik seorang anak dengan bantuan media yang atraktif (gambar, boneka jari, multimedia, dll) dan selanjutnya menggali setiap anak untuk menuliskan dan menceritakan 1 pengalaman pribadinya yang menarik dan berkesan.
  • Dipilih 1 pemenang dari setiap kelompok, di mana sang pemenang ditentukan dari suara terbanyak anggota kelompok itu sendiri.
  • Para pemenang kelompok kembali menceritakan pengalaman pribadinya di hadapan peserta lain, dan berdasarkan suara dari peserta lain, dipilih Pemenang Utama Kisahku.

2. Sesi 2: Lihat Klipku (Clip Competition)

  • Tiap kelompok dibagikan 1 alat perekam video sederhana (handphone, digicam saku) dan diajarkan secara singkat cara penggunaannya. Lalu tiap kelompok diminta membuat klip singkat 3 menit sosok Guru/Pengajar yang mereka idolakan.
  • Tiap anggota kelompok mendapatkan peran: seperti penulis cerita, pemilih pemeran, pemeran, pengambil gambar, “sutradara”, dan lainnya.
  • Setelah waktu yang diberikan habis, tiap Kelompok mempresentasikan hasil Klipnya dan dipilih 1 pemenang berdasarkan suara terbanyak dari seluruh kelompok yang ada.

3. Live Audio Streaming atau siaran langsung aktivitas melalui internet, sehingga kampanye Program  HSA 2012 dapat tersebar dan diikuti langsung oleh publik.

4. Selipan games/permainan yang menarik di tengah acara.

5. Pembagian kudapan/snack dan minuman sehat.

Follow-up pasca Roadshow:

  • Rekomendasi kepada Pengurus/Pengajar dari area yang dikunjungi akan apa yang menjadi harapan dari anak-anak binaannya mengenai sosok seorang guru/pengajar yang baik, murni dari pendapat anak-anak.
  • Kumpulan kisah dari sesi Kisahku (Story Telling) dapat didokumentasikan dan dimuat di media sosial atau dibukukan (baik oleh Sahabat Anak maupun dengan penerbit yang berminat).
  • Kumpulan hasil karya Lihat Klipku dapat dimuat di jejaring sosial sehingga bisa menjadi kampanye lokal dan global akan Hak Partisipasi Anak.
  • Foto dan kisah menarik dari sesi Kisahku serta foto dan liputan menarik dari sesi Lihat Klipku dapat dijadikan materi produksi Kalender Meja dan Dinding Sahabat Anak 2013.
  • Intisari dari kompilasi Kisahku dan Lihat Klipku sepanjang Roadshow yang melibatkan 1.000 anak dari 25 area yang murni berasal dari Anak dapat direkomendasikan ke Pemerintah, Media, Tokoh Pendidikan, Masyarakat, Institusi Pendidikan, dan Lembaga terkait.