EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Bimbel

Program Bimbingan Belajar Sahabat Anak Lokal

Saat Sahabat Anak berdiri di tahun 1997 para pencetusnya menyadari bahwa anak-anak kurang mampu di Jakarta sangat memerlukan pendidikan. Sahabat Anak menyadari bahwa anak-anak jalanan dan marjinal akan sangat sulit mendapatkan akses ke pendidikan karena beragam alasan, yaitu:

  • Anak jalanan dan anak marjinal terpaksa bekerja di jalan (sebagai pengemis, pengamen dan pemulung) untuk menghidupi keluarga mereka. Rata-rata penghasilan mereka dengan mengemis dan mengamen di jalan berkisar dari Rp 10.000 – Rp 50.000 per hari. Penghasilan yang tidak seberapa ini harus menopang kehidupan keluarga mereka. Padahal sebagai perbandingan, harga satu botol Coca-Cola saja sudah Rp 4.000.
  • Anak jalanan dan anak marjinal tidak didukung oleh orang tua mereka untuk memperoleh pendidikan. Hal ini juga karena orang tua mereka sendiri tidak punya pendidikan dan berpikir bahwa anak-anak mereka juga tidak perlu belajar tapi bekerja.
  • Anak jalanan dan anak marjinal tidak memiliki kelengkapan surat atau dokumen untuk mendaftar ke sekolah. Ada  banyak anak binaan kami yang tidak memiliki akte kelahiran padahal itu menjadi salah satu dokumen yang harus dilengkapi untuk mendaftar sekolah. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini silakan buka: http://thevoiceofsahabatanak.wordpress.com/2012/01/06/a-birth-certificate-the-key-to-a-better-future-for-children-in-indonesia/
  • Kebanyakan anak marjinal tidak pernah sekolah sebelumnya dan belum bisa baca tulis. Karena itu kalau mereka masuk ke sekolah formal, akan sangat sulit karena perkembangan mereka lebih lama dari murid-murid lain di kelasnya.
  • Karena alasan-alasan di atas lah Sahabat Anak mencetuskan ide untuk membuka bimbingan belajar tiap minggu di berbagai area di Jakarta. Dimulai tahun 2000 dengan bimbel pertama di Prumpung, Jakarta Timur. Saat ini Sahabat Anak memiliki 6 area SA Lokal (Bimbel): Manggarai, Kota Tua, Grogol, Gambir, Cijantung dan Tanah Abang. Tiap SA Lokal memiliki kurang lebih 100 anak yang terdata dan datang rutin tiap minggu. Anak-anak ini berkisar dari usia taman kanak-kanak sampai SMA.

Tujuan dari SA Lokal adalah:

  • Membimbing anak-anak marjinal dalam mengerjakan pekerjaan rumah, mempersiapkan ujian, mengulang pelajaran dan mengajar bahasa Inggris.
  • Memberikan pendidikan dasar bagi anak-anak marjinal yang tidak pergi ke sekolah dengan mengajarkan membaca, menulis dan berhitung.
  • Memberikan pendidikan non formal lainnya seperti: nonton film edukasi, kelas public speaking, olahraga, musik, kerajinan tangan, tari dan sebagainya.
  • Memberikan dukungan moral dan finansial bagi anak-anak yang punya motivasi untuk kembali ke sekolah (pendidikan formal). Sahabat Anak mencarikan donatur yang akan membiayai uang sekolah dan kebutuhan pendidikan lainnya.
  • Membangun relasi dengan komunitas dan lingkungan di sekitar tempat bimbel. Sangat penting bagi Sahabat Anak untuk menjalin relasi yang baik dengan keluarga dari anak-anak yang dibina. Seringkali kami harus menjelaskan kepada orang tua mereka kenapa penting agar anaknya pergi ke sekolah dan bukannya bekerja di jalan. Sahabat Anak juga memberikan penyuluhan dan pelayanan kesehatan kepada orang tua anak binaan.
  • Tiap SA Lokal dijalankan 100% oleh para voluntir. Beberapa voluntir kita bahkan ada yang sudah 7 tahun bersama Sahabat Anak. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, tapi kebanyakan adalah mahasiswa atau kaum profesional. Meskipun mereka memiliki pekerjaan dan komtimen yang lain tapi mereka tetap memberikan yang terbaik, meluangkan waktu untuk mengajar dan memperjuangkan hak-hak anak marjinal di Jakarta. Dengan komitmen dan kerja keras mereka, tiap program dapat berjalan dan perlahan satu demi satu anak-anak yang dibina meninggalkan kehidupan di jalan, kembali ke sekolah dan bahkan ada yang ke universitas. Tanpa semangat volunterisme, Sahabat Anak tidak akan menjadi organisasi seperti saat ini.