EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Hari Sahabat Anak 2016 – Gizi Untuk Prestasi



Salah satu indikator keberhasilan yang dapat dipakai untuk mengukur keberhasilan suatu bangsa dalam membangun sumber daya manusia adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atauHuman Development Index. Pada tahun 2004, IPM Indonesia menempati peringkat 111 dari 177 negara yang merupakan peringkat lebih rendah dibandingkan peringkat IPM negara-negara tetangga. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa IPM tahun 2007–2013 merupakan peringkat lima negara ASEAN yang masih jauh dibandingkan negara-negara jiran. Rendahnya IPM ini dipengaruhi oleh rendahnya status gizi dan kesehatan penduduk Indonesia (Hadi, 2005).

Masalah gizi menimbulkan lost generation, yaitu suatu generasi dengan jutaan anak kekurangan gizi sehingga tingkat kecerdasan (IQ) lebih rendah. Pengaruh makanan terhadap perkembangan otak, apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak, berakibat terjadi ketidak mampuan berfungsi normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan terganggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil. Jumlah sel dalam otak berkurang dan terjadi ketidak matangan dan ketidak sempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak (Anwar, 2008).

Menurut Ronald E. Kleinman, M.D., dokter spesialis gastroenterologi anak serta pakar nutrisi yang mengajar di Harvard University-Amerika Serikat, sarapan bagi anak mempengaruhi prestasi belajar anak di sekolah. Hal ini terbukti melalui berbagai studi yang pernah dilakukan: Bila dibandingkan dengan anak yang terbiasa sarapan, anak-anak yang tidak pernah makan pagi ternyata lebih sulit berkonsentrasi, lambat menanggapi, juga memiliki perhatian amat rendah terhadap pelajaran.
Melihat pentingnya hal tersebut, Sahabat Anak menggaungkan kampanye:



Diluncurkan bertepatan dengan Hari Sahabat Anak pada tanggal 17 Pebruari 2016. Kampanye ini juga dalam rangka memenuhi salah satu hak anak yang tercantum dalam Konvensi Hak-Hak Anak PBB di pasal 24, melibatkan 500 keluarga dan 5.000 anak marjinal di DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan Papua.


Bentuk kampanye yang akan dilakukan adalah:

  1. Penyuluhan dan simulasi pentingnya pemenuhan gizi anak, secara khusus dengan menyediakan sarapan untuk anak kepada 500 orang tua;
  2. Penyusunan menu sarapan yang murah dan sehat;
  3. Simulasi pentingnya sarapan kepada anak-anak melalui permainan kreatif;
  4. Penyediaan 5.000 tempat makan dan botol minum untuk 5.000 anak marjinal

BAGAIMANA BISA BERPARTISIPASI?
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah turut ambil bagian dalam memberikan 1 paket tempat makan dan botol minum yang akan diberikan kepada 5.000 anak marjinal di DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan Papua. Paket akan dibagikan bersamaan dengan penyuluhan dan simulasi yang dilakukan pada setiap area.

Donasi dapat ditransfer melalui:
Nama Rekening : Yay Komunitas Sahabat Anak Jkt
Bank : BCA Kalimalang, Jakarta
Nomor Rekening : 230-344-4432

Mohon donasi diinformasikan kepada Ari/ Aty di telpon no. (021) 391 8505, atau e-mail ke Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut juga bisa menghubungi nomor telepon dan alamat email di atas.
Mari ambil bagian dalam pemenuhan hak anak hidup sehat, untuk anak Indonesia yang lebih berprestasi.
Salam Sahabat!