EnglishIndonesia

Email: info@sahabatanak.com

Hari Sahabat Anak 2016 – Gizi Untuk Prestasi



Salah satu indikator keberhasilan yang dapat dipakai untuk mengukur keberhasilan suatu bangsa dalam membangun sumber daya manusia adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atauHuman Development Index. Pada tahun 2004, IPM Indonesia menempati peringkat 111 dari 177 negara yang merupakan peringkat lebih rendah dibandingkan peringkat IPM negara-negara tetangga. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa IPM tahun 2007–2013 merupakan peringkat lima negara ASEAN yang masih jauh dibandingkan negara-negara jiran. Rendahnya IPM ini dipengaruhi oleh rendahnya status gizi dan kesehatan penduduk Indonesia (Hadi, 2005).

Hari Sahabat Anak

Sejarah Hari Sahabat Anak

Dalam perjalanannya, Sahabat Anak menyadari bahwa pemenuhan hak-hak anak adalah satu pekerjaan akbar yang tidak bisa dilakukan sendiri. Sahabat Anak perlu melibatkan berbagai pihak – sesuai kapasitasnya masing-masing – agar tercipta satu gerakan yang mendatangkan kemaslahatan bagi anak-anak Indonesia, khususnya anak marjinal. Inilah inti dari Gerakan Sahabat Anak.

Karenanya, pada tanggal 17 Februari 2008, diadakan Hari Sahabat Anak (HSA) pertama kalinya dengan melibatkan 1.500 peserta yang terdiri dari anak marjinal binaan Sahabat Anak dan mitra, karyawan perusahaan pendukung dan keluarganya, personil atau keluarga yang berdiam di Jakarta untuk berSAHABAT sehari penuh di kawasan Kridaloka Senayan yang disulap menjadi arena permainan dan panggung gembira (diawali Jalan Cinta, yakni jalan bersama di seputar Senayan).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berkenan membuka dan membacakan Deklarasi Sahabat Anak.

“Gerakan Sahabat Anak mengakui bahwa setiap anak mulia dan berharga,
yang memiliki kesetaraan dengan semua manusia.
Gerakan Sahabat Anak menghargai, menghormati, dan memperjuangkan terwujudnya
hak-hak dasar anak untuk bertahan hidup, bertumbuh kembang,
memperoleh perlindungan, dan berpartisipasi.
Sebagai Sahabat, kami akan memberikan tenaga, pikiran, dan waktu agar setiap anak
dapat terpenuhi hak-hak dasarnya tanpa memandang perbedaan
suku, agama, warna kulit, dan kelas sosial.”

Sejak itu, setiap tahunnya di tanggal yang sama, Hari Sahabat Anak menjadi momentum Kampanye Gerakan Sahabat Anak dengan gol utama pemenuhan hak-hak anak, khususnya anak marjinal dengan melibatkan partisipasi publik, lembaga, pemerintah, perusahaan, media, dan siapapun yang peduli. Mereka yang percaya bahwa generasi anak adalah investasi bangsa di masa depan.

Untuk Indonesia yang lebih baik.

Hari Sahabat Anak 2012: Suarakan Impianmu!

“SUARAKAN IMPIANMU!”

Partisipasi Anak

Anak dalam UU No. 23 tahun 2002 Pasal 1 adalah warga negara Indonesia yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak merupakan amanah dan karunia dari Tuhan yang harus dilindungi, titipan berharga bagi orang tua, bangsa dan negara, serta potensi kekayaan dan kesejahteraan bangsa kini dan di hari nanti.

Hari Sahabat Anak 2011: Bermainlah Sahabatku!

Ini adalah tahun ke-4 sejak Hari Sahabat Anak dimulai tahun 2008. Hari Sahabat Anak adalah milik semua orang yang ingin menjadi sahabat bagi anak-anak, khususnya anak-anak marjinal, dan mau bergandeng tangan untuk membantu mereka memperoleh hak-haknya sebagai seorang anak.

Tahun ini, secara khusus kami mengangkat tema hak anak untuk BERMAIN. Bermain adalah salah satu hak dan natur anak yang sudah melekat sejak mereka bayi. Kenyataannya, ribuan anak marjinal  tidak mendapatkan hak BERMAIN mereka & menghabiskan masa kecilnya menjadi pencari nafkah keluarga.